
Senin, April 11, 2011
Mahasiswa, Kontribusi dan Weekend...

Senin, Maret 21, 2011
Menanti Pratikum...
- Dan lebih penting lagi... BELAJAR!! hehee... karena akhir Mei awal Juni, Penulis harus memperjuangkan cita-cita penulis kembali... SEMANGAT!!
Senin, Desember 20, 2010
Lelah, atau penat berpikir...?
Haha...
Kamis, Desember 10, 2009
KPK Anti Korupsi
Apa sebenarnya yang terjadi di negara kita? Apa konflik korupsi makin memanas??
Kalau saja kondisi kian memanas, kita hadapi saja dengan kepala dingin, sedingin Djarum Black Menthol.
Selasa, Desember 08, 2009
Spirit to Write from Djarum Black!!
Jumat, Desember 04, 2009
kelebihan pendidikan Indonesia
Itu pula yang aku alami. Saat pusing-pusingnya mikirin ulangan Matematika (*hari Rabu, 2 Desember 2009), eh... sempat-sempat juga aku ngelamun.
Mungkin soal Linear dan Matriks yang aku kerjakan sedikit membingungkan.
Soal pertama : Mencari Daerah himpunan dari pertidaksamaan linear! nah, soal nomor satu ini 'maksa' aku 'tuk menganalisis tiga persamaan linear!!.. Haduh!! Ini artinya aku harus mencari nilai X dan Y dari tiap-tiap pertidaksamaan linear -- truuussss...mulailah untuk MenGGaMBar garisnya !! (*ini pelajarn matematika gabungan 'kesenian')
Selasa, Desember 01, 2009
Free Download Microsoft Office 2010 , produk baru Microsoft Office

Office 2010 ini memang direncanakan mulai tersedia paling cepat akhir tahun 2009 atau awal tahun 2010.
Tentu, sebagai produk andalan terbaru, banyak fitur yang ditawarkan Office 2010, diantaranya :
- Tampilan Splash Screen lebih keren,
- File Attribute langsung ditampilkan ketika kita klik tombol OFfice (di dalamnya memuat menu Opens, Save, Close, Exit, Print dan lain sebagainya)
- Pengaturan Page Setup dan print dalam satu halaman pada Print preview, shingga lebih cepat dalam mengatur dokumen yang akan dicetak
- support untuk menyimpan file dalam format PDF, XPS Dokumen, Open Documet, dan lainnya
- Dilengkapi screenshot, yaitu fungsi untuk meng-insert gambar dari jendela-jendela software yang sedang aktif pada windows, semudah memasukkan gambar dari clip art
- Pada power point, kita dapat mengedit tabel dari MS Excel
- dan masih banyak fitur yang menarik lainnya. yang saya sebutkan adalah sebagian kecil yang dikeluarkan produk Office 2010.
Senin, Maret 30, 2009
KOMSUMTIF INTERNET DI TENGAH DUNIA PENDIDIKAN - Juara 3 Penulisan Opini Ubaya
aku bisa meraih Juara 3 dalam penulisan Opini yang diselenggarakan oleh UBAYA ...
ini dia karyaku
KOMSUMTIF INTERNET DI TENGAH PENDIDIKAN
global. Teknologi tak henti-hentinya menawarkan produk instan. Tentu saja, itu terikat dengan
kecepatan dan ketepatan dalam bekerja guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas kerja.
Internet! telah diperkenalkan sejak pertengahan dasawarsa 90-an sebagai media
penyebaran informasi global yang memberi kemudahan-kemudahan dalam pengelolaan
informasi dan media komunikasi. Tanpa membuang-buang waktu untuk berjalan ke kios
majalah, seperti halnya ketika akan membeli sebuah koran, kita sudah bisa memperoleh
wawasan yang baru dan luas.
Perkembangan internet tidak terhenti sampai disini. Pada akhir tahun 2002, munculah
weblog atau yang biasa disebut blog dalam internet, sehingga kita tidak hanya bisa membaca
apa yang telah ditulis pada sebuah website, tapi juga bisa menulis dan mempublikasikannya
sebagai situs/website pribadi.
Kemunculan blog ini terbukti dapat menumbuhkan minat baca dan menulis. Sekarang
ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di internet (sumber : http://id.wikipedia.org/).
Sangat mengagumkan dan menarik untuk dibahas, mengingat blog merupakan merupakan
sarana yang gratis bagi siapa saja. Sehingga setiap orang dapat menuangkan ide atau
tulisannya ke dalam blog yang dibuatnya secara pribadi.
Perkembangan blog semakin meluas. Fasilitas blog saat ini juga dapat digunakan untuk
menuangkan hasil-hasil pemikiran, berdiskusi atau e-learning (istilah pembelajaran secara
online). Tentu, internet merupakan salah satu kontribusi yang besar bagi dunia pendidikan di
Indonesia.
Praktisnya, cukup dengan duduk di depan monitor komputer, segala informasi yang
dibutuhkan dengan mudah didapatkan. Kita juga bisa bertukar dan menuangkan ide sejak
kemunculan blog. Kita hanya tinggal memasukkan kata kunci atau istilahnya keyword ke
dalam search engine (mesin pencari). Setelah itu, akan disajikan beberapa referensi
mendukung keyword tersebut. Bukannya berinternet sangat mudah?
Namun, kemudahan ini ternyata tidak semuanya berujung kepada hal-hal yang sifatnya
positif dan mendidik. Justru, dengan kemudahan yang ditawarkan oleh internet, semakin
banyak kasus-kasus kejahatan via internet. Contoh kecilnya adalah perkembangan situs-situs
pornografi, yang banyak kebanyakan menawarkan produknya berupa gambar, video. Tentu
saja juga dilengkapi dengan fasilitas download.
Semakin mudah orang mengakses internet, semakin banyak orang yang mengakses situs
porno. Hal ini didasari naluriah manusia yang jarang dapat menahan diri terhadap hawa nafsu,
terutama kaum remaja yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah.
Tidak sedikit dengan berkedok mencari referensi tugas sekolah, pelajar yang biasanya
masih berseragam SMA dan SMP bahkan sekolah dasar pun mencuri-curi kesempatan
browsing situs porno.
Prosesnya sama dengan kita browsing menggunakan keyword. Mudah memang. Namun
yang membedakan keduanya adalah niat baik dan buruk. Berinternet dengan niat yang baik
tentu selain memperoleh ilmu yang bermanfaat, juga mendapatkan berkah dari ilmu yang kita
peroleh. Sebaliknya jika kita mempunyai niat buruk, khususnya ketika berinternet, kita tidak
akan mendapatkan apa-apa dari apa yang kita cari. Tentu saja laknat yang Kuasa berbicara.
Jika berinternet dan menulis di website pribadi untuk bersenang-senang dengan fantasi
pribadi, kita akan merugi. Rugi dengan biaya internet yang kita keluarkan, juga rugi waktu kita
yang dibuang sia-sia. Saya pikir, tidak pernah ada untungnya berinternet yang tujuannya
buruk. Karena ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas merupakan gerbang kita menuju
kesuksesan di masa mendatang. Bukan dari situs-situs porno.
Untuk itu, daripada kita bersusah payah dan sia-sia browsing dan turut serta
mengembangkan situs porno, lebih baik perkembangan teknologi informasi melalui internet
seperti keadaan saat ini dialihkan ke sektor pendidikan. Mengingat internet yang fenomenal,
jika kita menerapkan sistem belajar melalui internet. Pasti, Indonesia mempunyai banyak
orang-orang yang berkualitas dan mempunyai mutu SDM (sumbder daya manusia ) yang
tinggi.
Perlu diketahui, sejak Maret 2002. Universitas Brawijaya memiliki program distance
learning, yang merupakan sebuah proyek kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan SOI
- ASIA ( School Of Internet ) salah satu kerja proyek WIDE (Sebuah Organisasi Distance
Learning Internasional ). Dimulai pada tahun 1997 dengan mendirikan campus environment
pada infrastruktur internet yang memungkinkan mahasiswa belajar tanpa dibatasi oleh dimensi
dan waktu. Hingga saat ini, sekitar 700 mahasiswa lebih terdaftar pada WIDE University
termasuk dari Universitas Brawijaya, yang mana lebih dari setengahnya adalah orang dewasa
yang berminat meneruskan pendidikan mereka menggunaan internet.
Jika langkah awal ini kita lanjutkan, maka untuk generasi selanjutnya tidak dapat
dipungkiri, pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas juga akan berkiblat dengan
program distance learning. Indonesia kelak mempunyai jutaan orang handal berkat kehadiran
internet di tengah-tengah pelajar.
www।worldandlive.blogspot.com
Selasa, Maret 17, 2009
DEMO DI PROBOLINGGO
Aktivitas pagi hari ketiga ‘liburan’ TryOut kelas XII, Rabu 11 Maret 2009 selesai kulakukan, kecuali sarapan. Mungkin teman-temanku sekarang sedang berlibur, mungkin saja tidak tahu apa yang terjadi saat itu.
Ketika baru saja keluar dari gang kecil rumahku, terlihat di depan kantor Kejaksaan Negeri ramai dengan orang. Menarik. Ada apa sepagi ini? Aku berhenti dan mengamati seksama.
DEMO..!!
Aku berteriak kecil lalu bergegas kembali ke rumah. Bak harimau kelaparan ketemu mangsa, aku langsung berlari ke kamar mengambil kamera digitalku dan keluar lagi untuk meliput. “Ini pasti jadi berita seru..!!” pikirku.
Segera aku berjalan menuju gerbang depan kantor. Sesak!. Kulihat beberapa wartawan sibuk mengambil gambar. Tak kalah dengan mereka. Dengan kamera posisi on di tangan, aku segera membidik beberapa objek.
“ DEWAN KORUPSI …!!”
“MAKAN UANG RAKYAT…!!”“
“KEJAKSAAN GAK BECUS …!!”
“ALLAHU AKBAR…!!!”
Kalimat - kalimat itu yang bertubi-tubi diteriakkan oleh massa. Mulai dari Dewan Perwakilan Rakyat hingga Kejaksaan dipersalahkan. Bahkan Tuhan mereka pun dibawa-bawa. Mereka tak pernah menyebut dirinya, salah. Ironis.
Aku terus membidik gambar sebanyak-banyaknya. Sesekali membayangkan aku yang menjadi pendemo atau yang didemo.
Hhiii..serem ah..!!
Beberapa perwakilan pendemo masuk ke kantor Kejaksaan. Sepertinya akan ada perundingan. Tiba-tiba ada yang menepuk bahuku dari belakang.
“Mas, masuk saja, silahkan” perintah petugas Kejaksaan.
Aku bengong. Apa dia pikir aku wartawan??.. hehe..
Tiba-tiba tanganku ditarik oleh salah satu wartawan.
“Ayo Mas, ikut ke dalam. Beliau mas Agus Salim, fotografer Radar Bromo. “Nggak Mas” jawabku sambil tersenyum. Dia berlalu.
Ngapain aku ikut masuk?. Tapi aku tetap termenung, sebenarnya untuk apa demo itu? Aku coba membuat opiniku sendiri. Meski masih pelajar SMA, belum jadi mahasiswa yang di tv-tv hobinya demo, aku coba bertanya, apakah masalah bisa selesai dengan demo.
Kemarin demo BBM, sekarang demo dewan korupsi, besok apakah orang akan sibuk dengan demo Pemilu 2009? Kita lihat saja cara pikir mereka menghadapi masalah. (ton)
www.worldandlive.blogspot.com
http://www.worldandlive.blogspot.com/
Sabtu, Maret 07, 2009
MENYONTEK itu CURANG or SuCCeSS
MENYONTEK, LANGKAH PRAKTIS MERAIH SUKSES
DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Pada era global saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju. Hal ini menyebabkan permintaan sumber daya manusia yang berkualitas juga semakin tinggi.
Kurikulum yang berganti berkali-kali menjadi bukti adanya usaha peningkatan mutu pendidikan. Dari kurikulum 1994 sampai KTSP yang dipakai saat ini, dimana siswa harus benar-benar belajar, semenetara guru hanya sebagai fasilitator. Ditambah lagi, nilai standar kelulusan yang makin melambung, membuat pelajar harus berpikir dua kali untuk dapat lulus dengan nilai gemilang saat siswa tidak siap. Akhirnya mereka meminta jawaban pada anak yang lebih pandai. Akibatnya nilai yang mereka dapatkan bukanlah hasil belajar keras.
Demi sebuah nilai baik, ditambah ancaman ini-itu membuat pelajar nekat untuk mencontek. Alasannya ironis, membahagiakan orang tua dengan nilai tersenyum. Lantas, benarkah menyontek merupakan langkah praktis di dalam dunia pendidikan di
Banyak faktor yang menyebabkan siswa terpancing utnuk menyontek. Diantaranya adalah pergantian sistem pendidikan yang dipakai membuat pelajar bingung.
Pada kurikulum 1994, guru menjelaskan mengenai apa yang dibahas, sehingga dapat dikatakan gurulah yang aktif, bukan pelajar. Bandingkan dengan kurikulum yang berlaku saat ini, KTSP yang mengajarkan pada pelajar untuk aktif dan guru hanya sebagai fasilitator. Siswa yang sebelumnya hanya sebagai konsumen ilmu pengetahuan, sekarang juga sebagai produsen ilmu pengetahuan bagi dirinya sendiri.
Memang, apabila kita lihat sekilas perubahan ini dapat dikatakan sebagai perubahan untuk kemajuan. Tetapi, apabila kita kuak lebih lanjut, dibalik perubahan positif ini, juga terdapat sisi negatifnya.
Akibat yang ditimbulkan dari menyontek berbagai macam. Bagi diri sendiri, menyontek menyebabkan ‘ketergantungan’ pada teman pandai sehingga mendidik pelajar menjadi tidak mandiri, mendidik anak menjadi kasar, karena apabila tidak mau memberi contekan maka anak tersebut akan mengancam. Menyontek juga menyebabkan rasa takut, karena telah melakukan perbuatan tidak terpuji dan menghadirkan perasaan was-was takut perbuatannya diketahui gurunya. Selain itu, yang perlu diketahui bahwa menyontek juga melatih pelajar untuk berbuat tidak jujur, sehingga apabila kelak menjadi pejabat, ia akan melakukan korupsi sebagai terapan ketidakjujuran itu.
Sedangkan bagi orang lain, menyontek akan membuat rasa bersalah karena ikut ‘membodohkan’ teman dengan bantuan ketika ulangan. Bagi siswa yang pandai, dirinya merasa terancam jika tidak memberikan contekan. Entah dipukul atau peras uangnya.
Bagi guru, menyontek sama dengan pengkhianatan. Guru yang penuh sadar mendidik dengan harapan siswanya memahami, menemukan sebuah kenyataan bahwa siswanya lebih memilih untuk menyontek. Ironis memang.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa tidak benar bahwa menyontek merupaan langkah prakis menuju sukses di masa depan. Kurikulum yang baru menuntut pelajar untuk cepat beradaptasi. Jika tidak, ia akan kesulitan dalam pengerjaan soal-soal ujian. Tidak banyak, pelajar bingung dan menyontek. Hal itu merugikan diri sendiri dan orang lain.
Oleh karena itu, perlu adanya penanaman nilai-nilai yang mulia oleh instansi pendidikan kepada pelajar,. Sehingga tidaklah hanya tampak upaya tersebut dengan penjagaan yang ketat, namun penanaman moral juga harus diutamakan.