Senin, Maret 30, 2009

KOMSUMTIF INTERNET DI TENGAH DUNIA PENDIDIKAN - Juara 3 Penulisan Opini Ubaya

Alhamdulillah
aku bisa meraih Juara 3 dalam penulisan Opini yang diselenggarakan oleh UBAYA ...

ini dia karyaku



KOMSUMTIF INTERNET DI TENGAH PENDIDIKAN
Oleh : Muflih Fathoniawan

Dunia kini tengah menikmati perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara
global. Teknologi tak henti-hentinya menawarkan produk instan. Tentu saja, itu terikat dengan
kecepatan dan ketepatan dalam bekerja guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas kerja.
Internet! telah diperkenalkan sejak pertengahan dasawarsa 90-an sebagai media
penyebaran informasi global yang memberi kemudahan-kemudahan dalam pengelolaan
informasi dan media komunikasi. Tanpa membuang-buang waktu untuk berjalan ke kios
majalah, seperti halnya ketika akan membeli sebuah koran, kita sudah bisa memperoleh
wawasan yang baru dan luas.

Perkembangan internet tidak terhenti sampai disini. Pada akhir tahun 2002, munculah
weblog atau yang biasa disebut blog dalam internet, sehingga kita tidak hanya bisa membaca
apa yang telah ditulis pada sebuah website, tapi juga bisa menulis dan mempublikasikannya
sebagai situs/website pribadi.

Kemunculan blog ini terbukti dapat menumbuhkan minat baca dan menulis. Sekarang
ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di internet (sumber : http://id.wikipedia.org/).
Sangat mengagumkan dan menarik untuk dibahas, mengingat blog merupakan merupakan
sarana yang gratis bagi siapa saja. Sehingga setiap orang dapat menuangkan ide atau
tulisannya ke dalam blog yang dibuatnya secara pribadi.
Perkembangan blog semakin meluas. Fasilitas blog saat ini juga dapat digunakan untuk
menuangkan hasil-hasil pemikiran, berdiskusi atau e-learning (istilah pembelajaran secara
online). Tentu, internet merupakan salah satu kontribusi yang besar bagi dunia pendidikan di
Indonesia.

Praktisnya, cukup dengan duduk di depan monitor komputer, segala informasi yang
dibutuhkan dengan mudah didapatkan. Kita juga bisa bertukar dan menuangkan ide sejak
kemunculan blog. Kita hanya tinggal memasukkan kata kunci atau istilahnya keyword ke
dalam search engine (mesin pencari). Setelah itu, akan disajikan beberapa referensi
mendukung keyword tersebut. Bukannya berinternet sangat mudah?
Namun, kemudahan ini ternyata tidak semuanya berujung kepada hal-hal yang sifatnya
positif dan mendidik. Justru, dengan kemudahan yang ditawarkan oleh internet, semakin
banyak kasus-kasus kejahatan via internet. Contoh kecilnya adalah perkembangan situs-situs
pornografi, yang banyak kebanyakan menawarkan produknya berupa gambar, video. Tentu
saja juga dilengkapi dengan fasilitas download.

Semakin mudah orang mengakses internet, semakin banyak orang yang mengakses situs
porno. Hal ini didasari naluriah manusia yang jarang dapat menahan diri terhadap hawa nafsu,
terutama kaum remaja yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah.
Tidak sedikit dengan berkedok mencari referensi tugas sekolah, pelajar yang biasanya
masih berseragam SMA dan SMP bahkan sekolah dasar pun mencuri-curi kesempatan
browsing situs porno.

Prosesnya sama dengan kita browsing menggunakan keyword. Mudah memang. Namun
yang membedakan keduanya adalah niat baik dan buruk. Berinternet dengan niat yang baik
tentu selain memperoleh ilmu yang bermanfaat, juga mendapatkan berkah dari ilmu yang kita
peroleh. Sebaliknya jika kita mempunyai niat buruk, khususnya ketika berinternet, kita tidak
akan mendapatkan apa-apa dari apa yang kita cari. Tentu saja laknat yang Kuasa berbicara.
Jika berinternet dan menulis di website pribadi untuk bersenang-senang dengan fantasi
pribadi, kita akan merugi. Rugi dengan biaya internet yang kita keluarkan, juga rugi waktu kita
yang dibuang sia-sia. Saya pikir, tidak pernah ada untungnya berinternet yang tujuannya
buruk. Karena ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas merupakan gerbang kita menuju
kesuksesan di masa mendatang. Bukan dari situs-situs porno.
Untuk itu, daripada kita bersusah payah dan sia-sia browsing dan turut serta
mengembangkan situs porno, lebih baik perkembangan teknologi informasi melalui internet
seperti keadaan saat ini dialihkan ke sektor pendidikan. Mengingat internet yang fenomenal,
jika kita menerapkan sistem belajar melalui internet. Pasti, Indonesia mempunyai banyak
orang-orang yang berkualitas dan mempunyai mutu SDM (sumbder daya manusia ) yang
tinggi.

Perlu diketahui, sejak Maret 2002. Universitas Brawijaya memiliki program distance
learning, yang merupakan sebuah proyek kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan SOI
- ASIA ( School Of Internet ) salah satu kerja proyek WIDE (Sebuah Organisasi Distance
Learning Internasional ). Dimulai pada tahun 1997 dengan mendirikan campus environment
pada infrastruktur internet yang memungkinkan mahasiswa belajar tanpa dibatasi oleh dimensi
dan waktu. Hingga saat ini, sekitar 700 mahasiswa lebih terdaftar pada WIDE University
termasuk dari Universitas Brawijaya, yang mana lebih dari setengahnya adalah orang dewasa
yang berminat meneruskan pendidikan mereka menggunaan internet.
Jika langkah awal ini kita lanjutkan, maka untuk generasi selanjutnya tidak dapat
dipungkiri, pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas juga akan berkiblat dengan
program distance learning. Indonesia kelak mempunyai jutaan orang handal berkat kehadiran
internet di tengah-tengah pelajar.






www।worldandlive.blogspot.com

Kamis, Maret 26, 2009

KOMSUMTIF INTERNET DI TENGAH PENDIDIKAN

KOMSUMTIF INTERNET DI TENGAH PENDIDIKAN
Oleh : Muflih Fathoniawan


Dunia kini tengah menikmati perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara global. Teknologi tak henti-hentinya menawarkan produk instan. Tentu saja, itu terikat dengan kecepatan dan ketepatan dalam bekerja guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas kerja.



Internet! telah diperkenalkan sejak pertengahan dasawarsa 90-an sebagai media penyebaran informasi global yang memberi kemudahan-kemudahan dalam pengelolaan informasi dan media komunikasi. Tanpa membuang-buang waktu untuk berjalan ke kios majalah, seperti halnya ketika akan membeli sebuah koran, kita sudah bisa memperoleh wawasan yang baru dan luas.
Perkembangan internet tidak terhenti sampai disini. Pada akhir tahun 2002, munculah weblog atau yang biasa disebut blog dalam internet, sehingga kita tidak hanya bisa membaca apa yang telah ditulis pada sebuah website, tapi juga bisa menulis dan mempublikasikannya sebagai situs/website pribadi.
Kemunculan blog ini terbukti dapat menumbuhkan minat baca dan menulis. Sekarang ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di internet (sumber : http://id.wikipedia.org/). Sangat mengagumkan dan menarik untuk dibahas, mengingat blog merupakan merupakan sarana yang gratis bagi siapa saja. Sehingga setiap orang dapat menuangkan ide atau tulisannya ke dalam blog yang dibuatnya secara pribadi.
Perkembangan blog semakin meluas. Fasilitas blog saat ini juga dapat digunakan untuk menuangkan hasil-hasil pemikiran, berdiskusi atau e-learning (istilah pembelajaran secara online). Tentu, internet merupakan salah satu kontribusi yang besar bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Praktisnya, cukup dengan duduk di depan monitor komputer, segala informasi yang dibutuhkan dengan mudah didapatkan. Kita juga bisa bertukar dan menuangkan ide sejak kemunculan blog. Kita hanya tinggal memasukkan kata kunci atau istilahnya keyword ke dalam search engine (mesin pencari). Setelah itu, akan disajikan beberapa referensi mendukung keyword tersebut. Bukannya berinternet sangat mudah?
Namun, kemudahan ini ternyata tidak semuanya berujung kepada hal-hal yang sifatnya positif dan mendidik. Justru, dengan kemudahan yang ditawarkan oleh internet, semakin banyak kasus-kasus kejahatan via internet. Contoh kecilnya adalah perkembangan situs-situs pornografi, yang banyak kebanyakan menawarkan produknya berupa gambar, video. Tentu saja juga dilengkapi dengan fasilitas download.
Semakin mudah orang mengakses internet, semakin banyak orang yang mengakses situs porno. Hal ini didasari naluriah manusia yang jarang dapat menahan diri terhadap hawa nafsu, terutama kaum remaja yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah.
Tidak sedikit dengan berkedok mencari referensi tugas sekolah, pelajar yang biasanya masih berseragam SMA dan SMP bahkan sekolah dasar pun mencuri-curi kesempatan browsing situs porno.
Prosesnya sama dengan kita browsing menggunakan keyword. Mudah memang. Namun yang membedakan keduanya adalah niat baik dan buruk. Berinternet dengan niat yang baik tentu selain memperoleh ilmu yang bermanfaat, juga mendapatkan berkah dari ilmu yang kita peroleh. Sebaliknya jika kita mempunyai niat buruk, khususnya ketika berinternet, kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari apa yang kita cari. Tentu saja laknat yang Kuasa berbicara.
Jika berinternet dan menulis di website pribadi untuk bersenang-senang dengan fantasi pribadi, kita akan merugi. Rugi dengan biaya internet yang kita keluarkan, juga rugi waktu kita yang dibuang sia-sia. Saya pikir, tidak pernah ada untungnya berinternet yang tujuannya buruk. Karena ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas merupakan gerbang kita menuju kesuksesan di masa mendatang. Bukan dari situs-situs porno.
Untuk itu, daripada kita bersusah payah dan sia-sia browsing dan turut serta mengembangkan situs porno, lebih baik perkembangan teknologi informasi melalui internet seperti keadaan saat ini dialihkan ke sektor pendidikan. Mengingat internet yang fenomenal, jika kita menerapkan sistem belajar melalui internet. Pasti, Indonesia mempunyai banyak orang-orang yang berkualitas dan mempunyai mutu SDM (sumbder daya manusia ) yang tinggi.
Perlu diketahui, sejak Maret 2002. Universitas Brawijaya memiliki program distance learning, yang merupakan sebuah proyek kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan SOI - ASIA ( School Of Internet ) salah satu kerja proyek WIDE (Sebuah Organisasi Distance Learning Internasional ). Dimulai pada tahun 1997 dengan mendirikan campus environment pada infrastruktur internet yang memungkinkan mahasiswa belajar tanpa dibatasi oleh dimensi dan waktu. Hingga saat ini, sekitar 700 mahasiswa lebih terdaftar pada WIDE University termasuk dari Universitas Brawijaya, yang mana lebih dari setengahnya adalah orang dewasa yang berminat meneruskan pendidikan mereka menggunaan internet.
Jika langkah awal ini kita lanjutkan, maka untuk generasi selanjutnya tidak dapat dipungkiri, pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas juga akan berkiblat dengan program distance learning. Indonesia kelak mempunyai jutaan orang handal berkat kehadiran internet di tengah-tengah pelajar.
www।worldandlive.blogspot.com

Selasa, Maret 17, 2009

DEMO DI PROBOLINGGO

DEMO DI KOTA KECIL PROBOLINGGO

Aktivitas pagi hari ketiga ‘liburan’ TryOut kelas XII, Rabu 11 Maret 2009 selesai kulakukan, kecuali sarapan. Mungkin teman-temanku sekarang sedang berlibur, mungkin saja tidak tahu apa yang terjadi saat itu.
Ketika baru saja keluar dari gang kecil rumahku, terlihat di depan kantor Kejaksaan Negeri ramai dengan orang. Menarik. Ada apa sepagi ini? Aku berhenti dan mengamati seksama.
DEMO..!!
Aku berteriak kecil lalu bergegas kembali ke rumah. Bak harimau kelaparan ketemu mangsa, aku langsung berlari ke kamar mengambil kamera digitalku dan keluar lagi untuk meliput. “Ini pasti jadi berita seru..!!” pikirku.
Segera aku berjalan menuju gerbang depan kantor. Sesak!. Kulihat beberapa wartawan sibuk mengambil gambar. Tak kalah dengan mereka. Dengan kamera posisi on di tangan, aku segera membidik beberapa objek.

“ DEWAN KORUPSI …!!”
“MAKAN UANG RAKYAT…!!”“
“KEJAKSAAN GAK BECUS …!!”
“ALLAHU AKBAR…!!!”
Kalimat - kalimat itu yang bertubi-tubi diteriakkan oleh massa. Mulai dari Dewan Perwakilan Rakyat hingga Kejaksaan dipersalahkan. Bahkan Tuhan mereka pun dibawa-bawa. Mereka tak pernah menyebut dirinya, salah. Ironis.
Aku terus membidik gambar sebanyak-banyaknya. Sesekali membayangkan aku yang menjadi pendemo atau yang didemo.
Hhiii..serem ah..!!
Beberapa perwakilan pendemo masuk ke kantor Kejaksaan. Sepertinya akan ada perundingan. Tiba-tiba ada yang menepuk bahuku dari belakang.
“Mas, masuk saja, silahkan” perintah petugas Kejaksaan.
Aku bengong. Apa dia pikir aku wartawan??.. hehe..
Tiba-tiba tanganku ditarik oleh salah satu wartawan.
“Ayo Mas, ikut ke dalam. Beliau mas Agus Salim, fotografer Radar Bromo. “Nggak Mas” jawabku sambil tersenyum. Dia berlalu.
Ngapain aku ikut masuk?. Tapi aku tetap termenung, sebenarnya untuk apa demo itu? Aku coba membuat opiniku sendiri. Meski masih pelajar SMA, belum jadi mahasiswa yang di tv-tv hobinya demo, aku coba bertanya, apakah masalah bisa selesai dengan demo.
Kemarin demo BBM, sekarang demo dewan korupsi, besok apakah orang akan sibuk dengan demo Pemilu 2009? Kita lihat saja cara pikir mereka menghadapi masalah. (ton)
www.worldandlive.blogspot.com


http://www.worldandlive.blogspot.com/

TEENLIT - MEMASUKI REMAJA

MEMASUKI REMAJA

Ciri-ciri Masa RemajaMasa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja.
Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah.
Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.
Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.
Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.
Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.
Tugas perkembangan remaja Tugas perkembangan remaja menurut Havighurst dalam Gunarsa (1991) antara lain :
memperluas hubungan antara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan kawan sebaya, baik laki-laki maupun perempuan
memperoleh peranan sosial
menerima kebutuhannya dan menggunakannya dengan efektif
memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri
memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan
mempersiapkan diri dalam pembentukan keluarga
membentuk sistem nilai, moralitas dan falsafah hidup
Erikson (1968, dalam Papalia, Olds & Feldman, 2001) mengatakan bahwa tugas utama remaja adalah menghadapi identity versus identity confusion, yang merupakan krisis ke-5 dalam tahap perkembangan psikososial yang diutarakannya. Tugas perkembangan ini bertujuan untuk mencari identitas diri agar nantinya remaja dapat menjadi orang dewasa yang unik dengan sense of self yang koheren dan peran yang bernilai di masyarakat (Papalia, Olds & Feldman, 2001).
Untuk menyelesaikan krisis ini remaja harus berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa perannya dalam masyarakat, apakah nantinya ia akan berhasil atau gagal yang pada akhirnya menuntut seorang remaja untuk melakukan penyesuaian mental, dan menentukan peran, sikap, nilai, serta minat yang dimilikinya.



www.worldandlive.blogspot.com

jagoBlog.com