Jumat, Oktober 14, 2011

Yamato

Playing "Marilah Kemari"

Yamato.
Kira-kira ingat nggak peristiwa kreatif arek Suroboyo, perobekan bagian warna biru bendera Belanda - merah, putih, biru - menjadi Merah Putih, bendera Indonesia. Dari sekian banyak cerita sejarah, kisah di hotel Yamato ini meninggalkan kesan mendalam. Kreatif, berani dan tampil kuat sebagai karakter bangsa kala itu. Ya, kala itu 18 September 1945. 

Majapahit.
Kini, hotel yang bertempat di Jalan Tunjungan no 6, jantung kota Surabaya. Sekarang bernama Hotel Majapahit. Saat insiden perobekan bendera Belanda, namanya Hotel Yamato (dalam bahasa Jepang : Hoteru Yamato). Sebelumnya dinamakan Hotel Oranje. Hotel ini merupakan hotel bersejarah yang hingga kini masih tetap sebagai sebuah hotel dan berkembang menjadi hotel bintang lima dengan dua lantai.


Hotel Majapahit (Yamato) pada 1911 (ilustrasi dari id.wikipedia.org)


Kondisi Hotel Majapahit nan eksotis kini (ilustrasi dari alvitoo.wordpress.com)


Beberapa saat lalu, koordinator liputan ITS Online, mas Nur Huda meminta saya untuk berangkat liputan ke Hotel Majapahit. Awalnya, berat sekali niat saya untuk berangkat kesana. Alasannya, malas, panas, jauh dan rentan kesasar. Tapi sisi manusiawi saya muncul, merasa kasihan kepada mas Huda kalau ada berita yang lepas lagi.


Tapi mendadak saya bersemangat. Baru ingat kalau Hotel Majapahit itu dulunya Hotel Yamato. Langsung saya cek di internet dan cari tahu informasi hotelnya (bukan acaranya, hehe). Dan tiba-tiba sangat tertarik untuk kesana. Terlebih, semenjak SMA usai Lawatan Sejarah Nasional, saya mulai tertarik dengan bangunan-bangunan bernilai sejarah. Saya mengiyakan.


Awalnya, mau dibarengi mas Huda. Karena dirinya galau, saya menghubungi mbak Upik, katanya kemarin ngebet kepingin kesana. Untunglah mbak Upik mau, jadi saya ada partner. Partner ngobrol biar gag garing, penunjuk jalan :D dan partner wawancara.


Arsitektur bagian luar hotel Majapahit tidak banyak berubah dari bentuk hotel Yamato secara besar. Namun desain dan artistik ruang dalam sudah dimodernisasi. Di ruang depan, terpampang lukisan besar peristiwa perobekan bendera Belanda. Beberapa foto-foto jadul juga dipajang di sepanjang lorong-lorong ruang hotel.


Beberapa sempat kami abadikan perjalanan kami di Hotel Majapahit Surabaya.
(Photos by : Muflih Fathoniawan & Lutfia)


Ngeprint Google Map biar gag kesasar  :D


Salah satu room panel seminar


Santai baca koran, seperti rumah (sendiri)  :D


Front Office hotel dengan latar foto Hotel Oranje


Foto jadul beberapa spot di kota Surabaya diamati penulis


 akhirnya, ketemu juga saudara kembar saya :D


 Suasana nampak hijau nan asri


Pucuk hotel, tempat insiden perobekan bendera Belanda 


 
Saat peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih Indonesia


Salah satu kamar hotel


Diantara bangunan megah


Usai mengitari hotel, mbak Upik mengeluarkan statement, hotel Majapahit biasa saja tidak seperti yang ada di benaknya. Kalau di benak saya, ini sudah lebih dari cukup :)


Salah satu yang saya kagumi, hotel ini meski beberapa ruang mengalami modernisasi bangunan, tapi mereka tetap mempertahankan nilai historis sebagai jati diri hotel Yamato. Interior ruangan memang didesain senyaman mungkin dan modern. Namun, beberapa tempat memang terlihat seperti bangunan yang tua, lapisan dinding juga masih asli. Hanya di beberapa tempat, banyak cat yang mengelupas. 


Tapi jauh dari itu, saya cukup senang mendapat pengalaman jalan-jalan ke Hotel Majapahit ini. Sayangnya, saya gag bisa naik ke atas untuk mengibarkan bendera setinggi-tingginya. :D

Sebagai tambahan dan penutup tulisan, saya mendapatkan video yang menggambarkan suasana pada saat Surabaya diserang oleh tentara Inggris. Video selanjutnya, terdapat pidato Bung Tomo  yang disiarkan terus menerus melalui radio untuk membakar semangat arek-arek Suroboyo.

 kondisi pertempuran kala itu
 
 Isi pidato Bung Tomo

Senin, Oktober 10, 2011

Smash (6)

Memiliki keluarga merupakan hal yang terindah yang dimiliki tiap orang. Apalagi harmonis. Keluarga juga tidak selalu memiliki hubungan darah, kadang rekan kuliah, rekan kerja, rekan organisasi atau tiba-tiba kenal dan teramat dekat. Juga keluarga.

Mas Huda, korlip di ITS Online tanpa saya sadari berujar, " Disini asas kami profesionalitas kekeluargaan, kami seperti keluarga kecil bahagia sejahtera,". 
Itu dia katakan di depan calon jurnalis ITS Online. Saya kaget, karena saya pun selama dulu menjadi (calon) reporter tidak pernah ada yang berujar demikian. yang ada wanti-wanti profesionalitas kerja. Tapi ya alhamdulillah saya dapatkan keluarga disini. 
Benar. Saya bertemu rekan-rekan disini tidak sampai satu tahun yang lalu. Kami juga beda jurusan. Dan tidak pernah ada pengaderan. Tapi semalam setelah sempat berdiskusi dengan Mas Nanda, dirinya mengiyakan merasa nyaman di lantai 6 ini. Berikutnya, rata-rata berkomentar sama. Keluarga ini harmonis.
Ketika tertimpa permasalahan (yang saya buat sendiri), keluarga ini yang menyupport saya dengan penuh. 

Tapi....
Bagi Anda yang mengenal kami dari jauh, pernah jadi narasumber kami dan melihat kami hanya dengan pena,note dan kamera dengan jaket hitam, mungkin Anda berujar kami mempunyai karakter yang non humoris, selalu berpikir keras dan pandangan aneh-aneh yang lain.

Namun sejatinya...
(beberapa diantara) kami bertingkah - bisa dibilang - koplak, konyol dan menggemaskan. Guyonan khas kami selalu boyband, girlband dan artis yang lagi membooming di media. 

Dan inilah kami, smash ala lantai 6...
  
Rapat Sesepuh ITS Online, (dari kiri, mas bah, mas yud, mas iman dan mas hoe)
 
Tim paduan suara fals kami (dari kiri- nir, hoe, lis, ran, el, fz, esy, rik dan saya ton)
 
Mejeng di tangga (mau ke lantai 7, tempat favorit kami narsis)
 
Mbak geje esy sang instruktur memberi arahan kepada mas hoe yang menghilang
 
Mau pentas, :P
 
Foto ini membuat saya (sedikit) kaget ! haha... ya manusiawi kok :) 

 No comments, sang kakak adik :)

Saat rapat redaksi membahas hasil tes tulis Open Recruitment ITS Online 2011


 Mengisi perut kita di Soto Cak Har


Bersiaplah rekan yang mendaftar open recruitment ITS Online 2011. Karena siapapun Anda, kami (biasanya) berhasil "menghasut" Anda menjadi, koplak! :D
di kantor, minum kopi, baca buku

Sarap(an)

Pagi itu mengawali hari. Sesuatu yang hangat, yang semangat dan yang baru biasanya di pagi hari. Terlebih makan pagi, bisa dibilang bahan bakar utama untuk satu hari itu.

Seperti biasa saya juga "mengisi" bahan bakar saya hari ini.

Gag muluk kok, cuman nasi pecel lauk tempe tahu. Cukup(?). Ya, kan tahu tempe penuh protein #hehe

 Sepiring segunung nasi pecel plus aneka lauk pauk menjadi menu sarapan pagi ini


etalase yang selalu bikin lapar :)

Sabtu, Oktober 08, 2011

Reborn!

Terhitung semenjak Juni 2011, berarti sudah 3 bulan saya vakum dari menulis di blog. TIGA bulan bukan waktu yang sebentar. Ada asa yang hilang dalam rentang waktu (sangat) panjang dan (sangat) melelahkan itu. Dan efek lama tidak nulis itu, menggalaukan korlip saya, mas Huda. Tulisan acak, berantakan, lama nulisnya ditambah telat-telatan. Lengkap.

Tapi lepas dari itu, saya mulai berani mengaktualisasikan diri di blog. Menampakkan batang hidung, dan sekelumit dari representasi pribadi. Tujuannya bermacam. Ingin belajar bertanggungjawab terhadap tulisan. Ingin konsisten terhadap (tuntutan) menulis di blog. Terakhir ingin mempertanggunjawabkan passion saya terhadap dunia blog, internet dan IT.
 

Transformasi blog saya :

1. Domain : dari domain lama (yang aneh) www.satupetualang.blogspot.com  pindah ke www.fathoniawan.blogspot.com

2. Tampilan lebih simple, elegant, tidak terlalu stylish, hanya dua kolom.

3. Minimalis. baik dari layout maupun tulisan dibuat ringkas tapi padat.

4. Semangat untuk mengupdate, minimal sehari sekali!

Selanjutnya, mari berbagi cerita di blog..

jagoBlog.com